Laporan Wartawan Tribunnews.com Reza Gunadha
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langkah "bersih-bersih" Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sedikit terlambat.
Menurut data Indonesia Corruption Watch (ICW), berbagai indikasi kasus suap di MK setidaknya sudah mulai mencuat dan menjadi rahasia umum sejak tahun 2009 silam.
"Setidaknya sejak tahun 2009, sudah ada indikasi suap di MK, khususnya terkait sidang persengketaan pemilihan kepala daerah (pilkada)," kata Koordinator bidang Hukum dan Peradilan ICW Emerson Yuntho, Kamis (3/10/2013).
Ia memisalkan, adanya indikasi suap dalam penyelesaian sengketa pilkada Simalungun, Sumatera Utara. Ketika itu, sudah ada tim investigasi yang diketuai Bambang Widjojanto untuk mengusut dugaan tersebut.
Tapi, kata dia, investigasi itu tidak berhasil menyibak dugaan suap tersebut. Bahkan, Hakim MK Akil Mochtar ketika itu berencana membuat "serangan balik" untuk melaporkan dua orang yang kali pertama menyebut adanya kasus suap.
"Baru tahun 2013 inilah dugaan suap di MK bisa dibongkar. Meski terlambat, ini langkah bagus untuk membersihkan MK dari para koruptor," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menyatakan Ketua MK Akil Muchtar telah lama menjadi incaran KPK. Akil diduga telah diincar sejak kasus penyuapan pada Hakim MK yang dilontarkan Refly Harun, terkait dengan Bupati Simalungun 2,5 tahun lalu.
Baca Juga:
ICW: Praktik Suap di MK Sudah Ada Sejak 2009
Jabatan Akil Mochtar Pasti Dicopot Bila Jadi Tersangka
PPP: Waspada Tergugat Pilwali Makassar Menyuap Keputusan MK
Anda sedang membaca artikel tentang
ICW: Praktik Suap di MK Sudah Ada Sejak 2009
Dengan url
https://hukumseo.blogspot.com/2013/10/icw-praktik-suap-di-mk-sudah-ada-sejak.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
ICW: Praktik Suap di MK Sudah Ada Sejak 2009
namun jangan lupa untuk meletakkan link
ICW: Praktik Suap di MK Sudah Ada Sejak 2009
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar