Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pengacara Djoko Susilo: Siapa Tidak Takut Ditahan!

Written By Unknown on Senin, 03 Desember 2012 | 11.37

Liputan6.com, Kuasa hukum Djoko Susilo, Hotma Sitompul, menjelaskan kliennya tidak pernah mengatakan tidak takut jika harus ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan kali ini.

Hotma, yang ikut datang ke KPK mendampingi Djoko, enggan memikirkan kemungkinan terburuk yang akan diterima kliennya usai diperiksa.

"Kita selalu berpikir kemungkinan terbaik, ingat itu. Kalau ada pertanyaan orang, Pak Djoko tidak takut ditahan Saya mau bertanya, ada nggak orang yang tidak takut ditahan

"Silakan Anda simpulkan sendiri. Hal yang saya bantah, Koran Tempo mengatakan Pak Djoko tidak takut ditahan. Siapa orang yang tidak takut ditahan!" ujar Hotma di gedung KPK, Jakarta, Senin (3/12/2012).

Terkait materi pemeriksaan kali ini Hotma mengatakan kliennya siap bekerja sama dengan KPK. "Untuk pembuktian-pembuktiannya, kami bisa jawab. Pokoknya kami akan jawab semua pertanyaan yang akan diajukan," kata Hotma.

Pada kasus ini, Djoko selaku Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kepala Korlantas Polri) saat itu diduga menyalahgunakan kewenangan sehingga menimbulkan kerugian negara atau menguntungkan orang lain.

Djoko dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Perbuatan Djoko diduga menimbulkan kerugian negara hingga puluhan miliar. (YUS)

Baca Yahoo! di ponsel Anda. Klik di sini.


11.37 | 0 komentar | Read More

KPK Periksa Staf Pribadi Wa Ode Nurhayati

Liputan6.com, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa staf pribadi mantan anggota Badan Anggaran DPR Wa Ode Nurhayati, Sefa Yolanda, terkait kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID).

Sefa, yang diduga mengetahui banyak kasus yang juga  menyerat Fahd El-Fouz alias Fahd Arafiq ini, diperiksa untuk tersangka Harris Andi Surahman. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi pada Senin ini," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Senin (3/12.2012).

Pada kasus ini, Harris yang juga politisi Partai Golkar itu diduga menyuap Wa Ode untuk memuluskan tiga Kabupaten Nangroe Aceh Darussalam; Aceh Besar, Pidie Jaya dan Bener Meriah, sebagai daerah penerima DPID. Diduga ia melakukan penyuapan itu atas perintah Fahd, yang juga anak pedangdut A. Rafiq itu.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (18/10/2012), menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara terhadap Wa Ode. Menurut majelis hakim, politisi PAN itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima suap terkait DPID dan melakukan tindak pidana pencucian uang dalam rekeningnya. (YUS)

Baca Yahoo! di ponsel Anda. Klik di sini.


11.37 | 0 komentar | Read More

271 Jaksa Nakal Dijewer Kejagung Selama 2012

Liputan6.com, Jakarta : Jaksa nakal memang patut dijewer. Sejak Januari hingga September 2012, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memberi hukuman kepada 271 jaksa. Para jaksa itu terbukti telah melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang.

"Perbuatan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan aparat penegak hukum adalah salah satu dari perbuatan tercela. Seperti halnya tindakan indisipliner, perselingkuhan, penipuan, pencurian, penyalahgunaan narkotika atau psikotropika, dan perbuatan lain yang bertentangan dengan kaidah hukum atau ketentuan yang berlaku," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Andhi Nirwanto di Hotel Atlet, Jakarta, Senin (3/12/2012).

Ia menjelaskan, penindakan tegas terhadap para jaksa nakal dilakukan agar dapat lebih efektif memberi daya tangkal dan efek jera terhadap praktik-praktik tercela. Kejagung mengakui lembaran hitam ini merupakan perjalanan sejarah kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang tugas utamanya adalah melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan dan kewenangan lainnya berdasarkan UU, khususnya dalan proses penanganan perkara.

Salah satu lembaran hitam yang moncoreng korps Adhyaksa baru-baru ini adalah penangkapan tiga oknum kejaksaan dalam percobaan pemerasan sebesar Rp 2,5 miliar kepada pengusaha bernama Edy Cahyono.

Data yang diperoleh Liputan6.com, jenis hukuman yang diberikan kepada para jaksa nakal itu berbeda-beda. Hingga September 2012, sebanyak 18 jaksa diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS.

Kemudian, sebanyak 21 jaksa mendapatkan penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah selama 3 tahun, 15 jaksa mendapat pembebasan jabatan fugsional, 17 jaksa dikenakan pembebasan jabatan struktural, dan 2 jaksa diberhentikan sementara sebagai PNS.

Adapun tiga jaksa nakal yang saat ini tengah diproses pemeriksaan untuk disidangkan, yakni Jaksa Andre Fernando Pasaribu dan Jaksa Arif Budi Haryanto. Keduanya merupakan Jaksa Fungsional pada Jamdatun. Kemudian Sutarna selaku staf tata usaha pada Jamdatun. Ketiganya diduga bersekongkol dengan jaksa gadungan Dede Prihantono. (MUT)

Baca Yahoo! di ponsel Anda. Klik di sini.


11.37 | 0 komentar | Read More

Ketemu Megawati, Kalla Belum Bicara Soal 'Itu'  

Written By Unknown on Minggu, 02 Desember 2012 | 11.37

TEMPO.CO , Jakarta:Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tak mau membocorkan pembicaraannya dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri saat bertemu di acara respsi pernikahan putri politikus PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo.

Apakah pembicaraan keduanya mengarah ke wacana duet maju dalam pemilihan presiden 2014? "Bicara hal yang biasa saja, belum bicara soal itu," kata Jusuf Kalla sembari tersenyum.

Keduanya tanpa sengaja bertemu di acara resepsi, Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu 1 Desember 2012. Megawati tiba lebih dulu tiba di acara tersebut bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beserta istri sekitar pukul 12.30. Setelah menyalami tuan rumah dan kedua mempelai, mereka duduk di kursi VIP di sebelah kanan pelaminan.

Beberapa menit berselang, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla muncul. Setelah menyalami kedua mempelai, ia berjalan menuju meja-meja VIP. Ia lalu bergabung di meja Megawati dan duduk di sebelah kiri Megawati. Keduanya akrab bercengkerama. Percakapan santai itu lebih dari 15 menit. (Baca: Megawati-Jusuf Kalla Akrab di Kondangan)

Soal namanya yang terpilih menjadi salah satu tokoh yang layak mencalonkan diri jadi presiden pada 2014 versi Lembaga Survei Indonesia, JK mengapresiasinya. "Saya berterima kasih atas semua dukungan itu," kata mantan Ketua Umum Partai Golkar ini semringah. (Baca: Jusuf Kalla Favorit Presiden, Dahlan Iskan Wapres)

MUNAWWAROH

Berita Terpopuler

Dahlan Tak Gentar Hadapi Tuntutan DPR

Gelar Sarasehan, KPK-Polri Dinginkan Hubungan

Bendera GAM Berkibar di Kantor Biro Koran Waspada

Pesan Rahasia K-pop Idol untuk Pacarnya 

Pacaran Diam-diam ala K-Pop Idol

Ini Dia Pacarnya Shindong Suju

Jaebum Eks 2 PM: Korea is a Gay

Apakah K-Pop Idol Lipsync?  


11.37 | 0 komentar | Read More

Perbaikan Berkas Cagub-Wagub Medan Ditutup

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Komisi Sumatera Utara (KPU Sumut) telah menutup pemberkasan tahap kedua bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2013-2018, Sabtu (1/12/2012).

"Tadi sudah kami tunggu hingga pukul empat. Seharusnya sudah diperbaiki," kata Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution saat dihubungi Tribun via telepon seluler.

Ia mengaku belum mengetahui apakah seluruh pasangan calon yang mendaftar telah melengkapi persyaratan yang ditetapkan. "Saya belum tahu pasti karena perlu dicek. Nanti kami periksa hari Senin," ujarnya.

Menurut Irham, pemberkasan tahap kedua merupakan bagian yang vital karena menentukan seorang bakal calon gubernur atau wakil guburnur dapat maju pada tahapan berikutnya atau tidak.

Pada pengumuman hasil penelitian syarat administrasi dan verifikasi faktual tahap pertama, Sabtu (24/11/2012), KPU Sumut mengumumkan seluruh pasangan bakal calon belum melengkapi persyaratan terutama bukti penyerahan laporan harta dan kekayaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Setelah pengumuman itu, KPU Sumut menunggu kelima pasangan calon untuk melengkapi syarat lain yang belum dipenuhi seperti rekening dana kampanye, visi dan misi, surat keterangan tidak terutang pajak, tidak pailit, dan tidak pernah dihukum.

Sayangnya, Irham juga terkesan enggan berkomentar saat Tribun menanyakan apakah sudah ada calon yang menyerahkan bukti pelaporan harta kekayaan dari KPK selama satu pekan pemberkasan.

Anggota KPU Sumut yang merupakan Ketua Kelompok Kerja  (Pokja) Pencalonan KPU Sumut Turunan Gulo, saat dihubungi melalui saluran telepon di tempat berbeda mengatakan, sampai Jumat kemarin masih ada yang belum melengkapi syarat.

"Saya belum ke sekretariat hari ini. Tapi, mereka sudah mencicil. Tinggal satu dua orang yang belum lengkap berkasnya," kata Gulo.

Ia menjelaskan, setelah pemberkasan tahap kedua ditutup, maka pihaknya, 2-9 Desember, akan melakukan penelitian ulang terhadap kelengkapan syarat.

Hasil penelitian final itu akan diberitahu kepada para calon dan pihak-pihak terkait antara 10-12 Desember.

Sesuai jadwal yang ditetapkan KPU Sumut, tahapan berikutnya adalah penetapan, penentuan nomor urut, dan pengumuman pasangan calon pada 13-15 Desember.

Pada 2013, Sumut akan memasuki masa kampanye pasangan calon, 18 Februari-3 Maret 2013. Disusul masa tenang pada  4-6 Maret sebelum pemungutan suara atau hari pemilihan pada 7 Maret 2013. (Tribun Medan/ton)

Koran Futuristik dan Elegan


11.37 | 0 komentar | Read More

Abraham Samad: Biar Tuhan Nanti yang Bawa Bukti-bukti Itu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menemukan bukti kuat dalam pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sekolah Olahraga Nasional (SON) Hambalang, Jawa Barat.

Karena itu, lembaga seperbody tersebut, tak dapat memastikan dapat menjerat calon tersangka baru pada tahun 2012 ini.

"Belum ada. Tapi begini berdoa saja supaya bisa ada. Kita berdoa saja," kata Ketua KPK, Abraham Samad, Minggu (2/12/2012).

Dalam kasus Hambalang KPK memang baru menetapkan satu orang tersangka. Tersangka tersebut merupakan Pejabat Pembuat Komitmen proyek Hambalang tahun 2010 bernama Deddy Kusdinar.

Abraham mengatakan, dalam menangani suatu kasus, doa merupakan hal terpenting. Meski upaya pihaknya telah dirasa cukup maksimal.

"Kita berharap nanti bukti-bukti itu dibawa ke KPK. Kan biasa kesulitan biar nanti Tuhan membawa bukti-bukti itu," kata Abraham.

Seperti diketahui, Deddy disangkakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Tindakan Deddy dengan melakukan mark up anggaran pada pengadaan dan pembangunan sarana prasarana pusat olahraga Hambalang, menimbulkan kerugian negara atau orang lain.

KPK memperkirakan kerugian sementara dalam kasus Hambalang untuk tahun anggaran 2010 mencapai Rp10 miliar lebih. Sementara menurut Badan Pemeriksa Keuangan, kerugian negara dalam proyek Hambalang yakni Rp 243,6 miliar.

NASIONAL POPULER

  • Jangan Bilang Papa Kalau Dede Ditendang Mama
  • Benny K Harman Minta Rp 3 Miliar Demi…
  • Nurlena Rela Lari Dari Orangtua Demi Merawat Anak…
  • LPSK Siap Lindungi Mantan Istri Bupati Garut
  • Kolonel Inf Yusran Yusuf Meninggal Saat Tinjau Lokasi…

11.37 | 0 komentar | Read More

Tiket Konser Shah Rukh Khan Ludes Terjual di Bogor  

Written By Unknown on Sabtu, 01 Desember 2012 | 11.37

TEMPO.CO, Jakarta - Tiket konser artis asal India, Shah Rukh Khan, pada 8 Desember nanti ludes terjual. Untuk pertunjukkan musik ini Promotor Java Musikindo menyediakan kurang lebih 6.500 lembar karcis.

"Ya sold out lah dari 6.500 tiket," ujar bos Java Musikindo Ardie Subono kepada Tempo, Kamis, 29 November 2012 malam.

Lokasi venue di Sentul International Convention Centre (SICC) Bogor, Jawa Barat, berkapasitas sekitar 8.000 orang. Promotor sengaja memberi ruang kosong agar penonton nyaman saat menikmati konser.

Dalam konser ini, ada enam kelas tiket yang disediakan. Masing-masing dibanderol dengan harga yang berbeda, yaitu VIP (Rp 3,5 juta), A (Rp 2 juta), B (Rp 1,75 juta), C (Rp 1, 25 juta), D (Rp 750 ribu), dan C (Rp. 500 ribu)

Aksi panggung penyanyi yang membintangi film My Name Is Khan ini akan didukung oleh puluhan penari. Shah Rukh Khan juga memboyong beberapa artis Bollywood lainnya seperti Rani Mukherjee, Pretty Zinta, dan Bipasha Basu.

YAZIR FAROUK

Berita Terpopuler

Ini Catatan Jokowi dalam Proyek MRT 

Jokowi Mulai Ganti Kepala Dinas 

Doa Emha Ainun Najib, KPK Segera Bubar

Menteri Andi Minta AFC Usut Yel Suporter Malaysia 

Dahlan Iskan Pamer Jersey Bertanda Tangan Mourinho


11.37 | 0 komentar | Read More

Jangan Bilang Papa Kalau Dede Ditendang Mama

TRIBUNNEWS.COM - Nurlena Amanda (26) telah menganiaya anak tirinya Aini Junistisia (4) alias Junis. Tendangannya  membuat sang bocah tewas di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2012).

Hal ini terungkap setelah kakak Junis, Tiara ditanya ibu kandungnya Agusdiana Ekawati (28). Agus merasa heran ketika datang ke rumah sakit pada Selasa (27/11/2012) luka lebam di sekujur tubuh Junis sangat mencurigakan. Pihak rumah sakit menurut Agus mengatakan hal itu karena kekerasan.

Bersama anak sulungnya, Tiara, Agus menjalani pemeriksaan. Akhirnya Tiara mengatakan bahwa sang adik ditendang oleh ibu tirinya dibagian bokong, hingga korban tersungkur dan tak sadarkan diri.
Namun, dia tak berani mengatakannya. Tiara mengaku disuruh ibu tirinya untuk tidak memberitahukan bapaknya kalau Junis ditendang. "Tiara diminta jangan bilang papa kalau dede ditendang mama," katanya.

Tak hanya itu, Tiara juga mengatakan bahwa sang ibu tiri sempat menghajar Junis dengan sebuah talenan, karena bocah itu mengganggu kegiatan memasak Nurlena. Bahkan Tiara juga sempat diminta untuk mengikat mata sang adik dengan tali.

"Saya tanya, kok Tiara mau, katanya Tiara takut, dia juga bilang dede (Junis) dibanting dan di cekik sama mama (Nurlena)," ujar Agusdiana geram.

Polisi yang mulai melakukan pemeriksaan terhadap Nurlena dan Nahnu pada 27 November lalu, akhirnya menetapkan status tersangka kepada Nurlena kemarin, (28/11/2012), yang diduga telah melakukan sejumlah penganiayaan terhadap korban, dan setelahnya Junis pun tewas.

Agusdiana,  mengakui sempat mengenal perempuan tersebut sebelum ia bercerai dengan sang suami. Belakangan ia baru mengetahui bahwa Nahnu berpacaran dengan Nurlena, lalu menikahi perempuan itu. Namun secara pribadi, tak banyak yang diketahuinya tentang perempuan yang diduga melakukan penganiayaan terhadap putri bungsunya.

"Saya tidak banyak tahu tentang dia (Nurlena), kita Cuma pernah ketemu sekali, walaupun sempat mengobrol tapi tidak banyak," ucapnya.

Hukum

  • Tiara yang Membongkar Adiknya Dianiaya Ibu Tiri
  • Nurlena Rela Lari Dari Orangtua Demi Merawat Anak Tiri
  • Nurlena Merawat Junis Seperti Anak Sendiri
  • Polri Tak Mau Ganggu KPK Sidik Kasus Simulator
  • Sindikat Narkotika Incar Perempuan Jadi Kurir

11.37 | 0 komentar | Read More

Pengungsi Syiah Sampang Krisis Makan dan Minum  

TEMPO.CO, Sampang - Puluhan pengikut Syiah terpaksa mengungsi ke Gelanggang Olahraga (GOR) Sampang sejak terjadi kerusuhan disertai pembakaran permukiman warga pengikut Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Juli lalu.

Bantuan makanan dan minuman untuk pengungsi warga Syiah di GOR Sampang, Jawa Timur, dihentikan sejak awal bulan November 2012. Akibatnya, pengungsi terpaksa mengadakan iuran untuk membeli makanan dan minuman.

Nasib sekitar 274 jiwa pengungsi warga Syiah asal Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan warga Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kini tidak jelas.

Kebijakan itu dikecam Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya. Menurut KontraS, tindakan pemerintah dalam menghentikan pasokan bantuan makan dan minum untuk pengungsi Syiah di GOR Sampang melanggar hak asasi manusia (HAM).

Minimnya anggaran dinilai bukanlah alasan yang masuk akal. Pemerintah setempat dinilai hanya tidak memiliki niat baik dalam menyelesaikan konflik Syiah. "Ini hanya masalah iktikad pemerintah menyelesaikan konflik saja, bukan masalah anggaran," kata Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Andy Irfan, Jumat malam, 30 November 2012.

Andy menjelaskan, jika pemerintah bertindak serius dalam melakukan resolusi konflik Syiah, akan disusun kebijakan khusus untuk menangani masalah minimnya anggaran untuk pengungsi Syiah.

Menurut Andy, para pengungsi sudah lebih dari tiga bulan berada di GOR Tenis Sampang tanpa ada solusi yang menguntungkan dari pemerintah. Pemerintah justru terkesan melakukan pembiaran dengan menghentikan suplai air bersih dan makanan sejak beberapa waktu lalu.

Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Edi Prawito, membantah soal penghentian bantuan untuk korban kerusuhan Sampang. »Siapa yang bilang bantuan itu dihentikan? Saya tidak bilang bantuan itu dihentikan, Gubernur Jawa Timur sudah menyetujui proposal yang diajukan Bupati Sampang kurang-lebih satu minggu kemarin," ujarnya.

Hingga kini, 192 pengungsi Syiah yang ditampung di GOR Tenis Indoor belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Selama ini, mereka hanya mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 250 juta pada dua minggu pertama pasca-kejadian 16 Agustus 2012 lalu.

SONY WIGNYA WIBAWA

Berita terpopuler lainnya:

Kata Orang Malaysia Soal Lagu Menghina Indonesia

Ganti Kepala Dinas, Jokowi: Ini Baru Pemanasan

PBB Resmi Akui Palestina Sebagai Negara

Ahok: PNS, Pinter Goblok Penghasilan Sama

DPR Ikut ''Panas'' Soal Penghinaan Suporter Malaysia

Doa Emha Ainun Najib, KPK Segera Bubar


11.37 | 0 komentar | Read More

Dahlan Iskan jungkir balik cuma laku jadi cawapres

Written By Unknown on Jumat, 30 November 2012 | 11.37

MERDEKA.COM, Aksi-aksi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan selalu menyedot perhatian publik. Mulai dari membuka tol dalam kota saat kemacetan menggila, ke Istana Bogor naik KRL hingga naik ojek ke kantor. Dahlan selalu mencitrakan diri sebagai pemimpin yang sigap dan merakyat.

Yang terbaru, Dahlan melaporkan para anggota dewan yang memeras BUMN ke Badan Kehormatan DPR. Hal ini membuat panas dingin sejumlah anggota dewan dan menarik perhatian publik.

Namun, aksi-aksi Dahlan ternyata belum mampu membuatnya jadi calon presiden alias capres terpopuler. Lembaga Survei Indonesia (LSI) terbaru, Rabu (29/11), Dahlan masih berada di bawah bayang-bayang Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan Jusuf Kalla. Tapi survei tersebut juga menilai Dahlan adalah figur yang cukup bersih, anti-KKN dan mampu memimpin negara.

Sementara itu, di survei Puskaptis, Jusuf Kalla menjadi capres terfavorit sementara Dahlan 'hanya' ditempatkan sebagai cawapres terfavorit.

Untuk survei Alvara yang dilakukan Oktober lalu, tingkat elektabilitas Dahlan masih di bawah Prabowo, Mega dan Aburizal Bakrie.

Untuk tingkat elektabilitas tertinggi berturut-turut yakni, Prabowo Subianto (16,4%), Jusuf Kalla (15,9%), Megawati Soekarnoputri (12,3%), Aburizal Bakrie (6%), Dahlan Iskan (4,8%), Sultan Hamengku Buwono X (4,7%), Hatta Rajasa (4,6%), Surya Paloh (2,4%), Wiranto (1,7%), Mahfud MD (1,2%) dan yang belum memilih (23,4%).

Dahlan sendiri cuek dengan berbagai survei-survei soal isu pencapresan dirinya. Ketika ditanya, dia menjawab singkat.

"Saya mau kerja saja dulu. BUMN ini harus dijaga, saya nanti terlibat, terpancing, terjerat, tertarik pembicaraan itu banyak orang takut. Saya tidak ikut-ikutan," jelas Dahlan.

Tapi waktu jelang pemilihan presiden 2014 masih panjang. Partai politik masih melakukan penjajakan dan tarik ulur dukungan. Masih mungkin Dahlan Iskan maju sebagai kuda hitam dan menduduki RI1. Seperti kata pepatah, dalam politik tidak ada yang tidak mungkin.

Sumber: Merdeka.com
11.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger