Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Demokrat Minta Dahlan Laporkan Pemeras BUMN ke KPK

Written By Unknown on Selasa, 06 November 2012 | 11.37

Liputan6.com, Jakarta: Partai Demokrat menginginkan agar Dahlan Iskan segera melaporkan kasus pemerasan oknum anggota DPR terhadap beberapa BUMN tidak hanya ke Badan Kehormatan (BK), tetapi juga ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pak Dahlan sudah membuka dan sudah membeberkannya ke publik. Pak Dahlan sudah sampaikan ke BK tapi itu pun atas undangan DPR. Terakhir, seharusnyadisampaikan ke KPK dengan kasus gratifikasi atau suap. Kalau ingin membersihkan praktek kotor menurut saya gak usah ragu," kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Saan Mustopa kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/11).

Dengan melapor ke KPK, lanjut Saan, Dahlan tidak hanya terkesan main-main dalam mengungkap kasus pemeras BUMN tersebut. Sehingga, dengan adanya tindakan dan proses hukum terhadap oknum pemeras BUMN tersebut, maka akan timbul efek jera terhadap anggota DPR lainnya. "Kalau serius kita punya komitmen ingin membuat BUMN bersih dan tidak menjadi ladang pemerasan," tegasnya.

Kalau BUMN sehat dan bersih, lanjut Wasekjen Partai Demokrat ini, akan memiliki dampak ke proses penerimaan negara dan baik juga untuk masyarakat. "Karena itu harus dituntaskan di proses hukum," kata Saan.(RZK/YUS)

Baca Yahoo! di ponsel Anda. Klik di sini.


11.37 | 0 komentar | Read More

Ayah Walikota Cilegon Dituding Korupsi Untuk Anak

TEMPO.CO, Serang - Mantan Walikota Cilegon Tubagus Aat Syafaat dituding melakukan korupsi pembangunan Dermaga Pelabuhan Kubangsari Kota Cilegon sebesar Rp 11,5 miliar untuk anaknya.

"Digunakan untuk biaya pencalonan anaknya," kata Jaksa Penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di persidangan, Senin 5 November 2012. Anak Syafaat, Tubagus Iman Ariyadi, kini berhasil duduk di kursi Walikota Cilegon.  

Pada persidangan itu, Syafaat minta majelis hakim mengalihkan status penahanannya sebagai tahanan kota. Dia mengaku sakit dan perlu dirawat di rumah saja. "Terdakwa harus kontrol satu hingga dua minggu sekali," kata salah satu penasehat hukum Syafaat, Sukatma.

Ketua Majelis Hakim, Poltak Sitorus, menyatakan akan mempertimbangkan permohonan Syafaat.

WASI'UL ULUM

Berita Terpopuler:

Pemerasan BUMN: Upeti Rp 18 Miliar Merpati ke DPR  

Ini Nama Dua Anggota DPR yang Disebut Dahlan 

Dahlan Serahkan Dua Nama Peminta Upeti BUMN 

Proyek Eks Perusahaan Istri Anas Mangkrak 

Cerita Merpati Diperah DPR


11.37 | 0 komentar | Read More

KPK Panggil Panitera Muda Mahkamah Agung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Panitera Muda Pidana khusus Mahkamah Agung RI, Soenaryo, Selasa (6/11/2012). Ia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap hakim tipikor Semarang.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi," kata Kabag Informasi dan Pemberitaan, Priharsa Nugraha di KPK, Jakarta.

Sebelumnnya, KPK telah memeriksa sejumlah saksi lain seperti Ketua DPRD Gerobogan non-aktif, Muhammad Yaeni, Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Semarang, Pragsono dan Asmadinata.

Kasus ini bermulaa dari tertangkap tangannya hakim adhoc Tipikor Semarang Kartini Juliana Marpaung di halaman Pengadilan Negeri Semarang 17 Agustus lalu.

Saat itu hakim Heru Kisbandono dan Kartini, serta Sri Dartuti yang merupakan adik Yaeni tertangkap tangan menerima uang suap Rp 150 juta. Ketiganya lalu ditetapkan tersangka oleh KPK.

Kasus suap hakim ini juga berkaitan dengan penanganan perkara dugaan korupsi dana perawatan mobil dinas di DPRD Gerobogan, senilai Rp 1,9 Miliar. Perkara itu menjerat Yaeni sebagai tersangkanya. Dan kini telah menjadi terpidana.

Adapun sidang diketuai oleh hakim Pragsono. Di mana hakim Kartini Marpaung dan hakim Asmadinata merupakan dua anggota majelis hakim dalam perkara Yaeni.

Dalam kasus dugaan korupsi kasus dugaan korupsi itu pula, Kartini dan kawan-kawan sempat memunculkan keputusan kontroversial dengan mengabulkan penangguhan penahanan yang membuat Yaeni berkeliaran bebas selama sidang.


11.37 | 0 komentar | Read More

Jika Terbukti, PAN Siap Pecat Kader Pemeras BUMN

Written By Unknown on Senin, 05 November 2012 | 11.37

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk membuka oknum pemeras BUMN. Pasalnya, pemerasan merupakan tindak pidana.

"Dahlan Iskan semestinya juga mengadukan ke KPK. Kenapa hal ini perlu dilakukan, agar menimbulkan efek jera baik bagi oknum DPR maupun jajaran di BUMN," kata Sekretaris Fraksi PAN, Teguh Juwarno melalui pesan singkat, Senin (5/11/2012).

Menurut Teguh, pemerasan dan suap merupakan persengkongkolan dua belah pihak.  Dengan dibuka nama-nama oknum yang berbuat sekaligus memberi kesempatan klarifikasi para terduga pemilik inisial yang sekarang sudah jadi korban praduga tercela.

" 'it's take two tango'," kata Teguh.

Teguh mengatakan PAN tidak akan menolerir tindakan tercela tersebut. Ia mengatakan sanksinya berat, dan berujung pada pemecatan. Teguh mengatakan Fraksi PAN sudah melakukan klarifikasi terhadap kader yang inisialnya diduga seperti yang beredar.

"Insya Allah mereka tidak pernah melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. Bahkan mereka siap menuntut pencemaran nama baik, namun masih kami cegah sampai ada kejelasan dan klarifikasi dari BK," katanya.


11.37 | 0 komentar | Read More

KY: Hakim di Wilayah Terpencil dapat Tunjangan

Makassar (ANTARA) - Ketua Komisi Yudisial RI Prof Dr H Eman Suparman mengatakan, hakim yang bertugas di wilayah terpencil akan diberi tunjangan khusus.

"Jadi perbulan akan mendapatkan Rp20 juta dari gaji dan tunjangan, khususnya hakim yang berada di Tobelo dan Wamena, Papua," kata Eman pada workshop tentang Rapor Akuntabilitas Kinerja Pemerintah di Makassar, Senin.

Menurut dia, selama ini hakim yang bertugas di daerah kurang mendapatkan motivasi berupa insentif.

Padahal itu dinilai penting untuk mengantisipasi adanya hakim yang mencari insentif tambahan dari kasus yang sedang ditangani.

Karena itu, lanjut Eman, pihaknya sudah mengusulkan kenaikan gaji hakim dan hal tersebut sudah disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Hanya saja kenaikan gaji itu untuk hakim saja, sedang Hakim Adhoc belum," katanya.

Dia mengatakan, rapor kinerja para hakim perlu diperbaiki. Khususnya masalah budaya kerja.

Budaya kerja yang masih rawan menyebabkan terjadinya KKN, lanjut dia, harus dapat diputus mata rantainya.

"Misalnya budaya kerja hakim yang terkait dengan pengacara dan klien," katanya.(rr)


11.37 | 0 komentar | Read More

Dahlan Diminta Ungkap BUMN yang Setor Dana Pemilu 2009

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Anggota Komisi VII DPR dari PDIP, Dewi Aryani meminta Menteri BUMN, Dahlan Iskan terus terang mengungkap siapa saja oknum DPR pemeras BUMN saat memenuhi panggilan BK DPR. Bahkan, Dewi mendesak juga mantan Direktur Utama PLN ini mengungkap BUMN-BUMN yang sering menyetor dana untuk pemilu 2009 lalu.

"Harapan saja Pak Dahlan terus terang saja, siapa-siapa oknum DPR RI yang tukang malak. Dan sekalian saja ungkap BUMN-BUMN yang sering setor-setor untuk dana pemilu 2009. Biar tuntas semua oknum pengguna duit negara," ungkap Dewi Aryani kepada Tribunnews.com, Senin (5/11/2012).

Menurutnya pula, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus juga turut mengusut semua kebobrokan baik oknum DPR yang memalak dan BUMN-BUMN yang menyetor dana untuk pemilu 2009 lalu. "KPK harus usut semua kebobrokan ini," tegas dia.

Lebih lanjut Dewi Aryani meminta jangan lagi isu ini dipolitisasi berkelanjutan. Tetapi fokus soal oknum pemeras BUMN yang dibongkar. "Tapi soal inefisiensi PLN juga supaya dijelaskan gamblang sehingga rakyat paham masalah yang sebenarnya. Tidak blunder oleh berbagai opini yang berkembang," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, BK DPR memanggil Dahlan Iskan memgenai oknum DPR pemeras BUMN, Senin (5/11/2012).


11.37 | 0 komentar | Read More

10 Game Terlaris 2012

Written By Unknown on Minggu, 04 November 2012 | 11.37

TEMPO.CO , Jakarta:Berikut ini penjualan game selama periode sepekan 14 - 20 Oktober 2012. Data ini dirilis oleh situs berita game www.vgchartz.com. Game bergenre Role-Playing yang dikembangkan oleh Game Freak, Pokemon Black / White Version 2 meraih total penjualan sebanyak 504.920 kopi dalam rentang sepekan.

Disusul kemudian oleh game FIFA 13 versi PlayStation 3. Game bergenre Sports ini berhasil terjual sebanyak 233.222 kopi. Dishonored versi Xbox 360 meraih penjualan 152.780 kopi. Sedangkan game FIFA 13 versi Xbox 360 berada diurutan keempat game terlaris dengan total penjualan 145.320 kopi.

Berikut ini data dari untuk penjualan periode 14 – 20 Oktober 2012. Angka dalam tanda kurung adalah total penjualan global secara keseluruhan sejak game tersebut dirilis.

1. DS Pokemon Black/White Version 2  (504.920) (4.721.091)

2. PS3 FIFA 13 (233.222) (4.721.091)

3. X360 Dishonored (152.780) (628.389)

4. X360 FIFA 13 (145.320) (2.853.379)

5. Wii Just Dance 4 (135.986) (344.851)

6. PS3 Dishonored (113.228) (444.835)

7. PS3 Resident Evil 6 (112.357) (1.809.287)

8. 3DS New Super Mario Bros. 2 (95.962) (2.787.096)

9. X360 Doom 3 BFG Edition (84.544) (84.544)

10. PSP Little Battlers eXperience W (80.132) (80.132)

Baca Para Gamers Lengkap di Koran Tempo Minggu 3 November 2012

SUMBER: VGCHARTZ.COM, GAMEWISE.CO, KOTAKGAME.COM

Berita Terpopuler

Rajin Sidak, Jokowi Dinanti di Kepulauan Seribu

Istana: Tak Ada Barter Tangguh dan Gelar Ksatria 

Slank Dilarang Tampil di Tangerang 

Siapa Bilang Sulit Mengurus Surat Tilang? 

Dahlan Iskan: Ada Sekitar 10 ''Pemeras'' BUMN 

Merpati Terbang Jakarta-Bima Rp 50 Juta 

KPK Kantongi Bukti Aliran Dana Hambalang  


11.37 | 0 komentar | Read More

PT Dutasari Terima Uang Muka Sebelum Kerja

TEMPO.CO , Jakarta:Auditor Utama III Badan Pemeriksa Keuangan J. Widodo H. Mumpuni menyatakan salah satu kejanggalan yang ditemukan dalam audit investigasi proyek pusat olahraga di Hambalang, Bogor, adalah pencairan uang muka pengerjaan mekanik elektrik oleh PT Dutasari Citralaras. Padahal perusahaan sama sekali belum mengerjakan pekerjaannya. »Belum ada (pekerjaan). Nol persen," ujarnya pada Tempo, Jumat lalu.

Perusahaan yang pernah dimiliki Athiyyah Laila, istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ini mengajukan invoice penagihan uang muka pertama pada Kerja Sama Operasi PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya (KSO AW) senilai Rp 64,9 miliar dari nilai total pekerjaan Rp 324,5 miliar pada 22 Desember 2010. Adapun total nilai proyek Hambalang mencapai Rp 1,1 triliun.

Hal ini dinilai janggal karena pengerjaan mekanikal elektrikal biasanya dilakukan setelah bangunan jadi. »Karena logikanya, pemasangan listrik dilakukan belakangan atau setelah bangunan jadi. Tapi kenapa dibayar di awal," katanya.

Selanjutnya, pembayaran uang muka proyek dilakukan di 28 Desember 2010 dan tiga kali pada Januari 2011 sehingga PT Dutasari menerima seluruh uang muka sebesar Rp 63,3 miliar.

PT Dutrasari juga mensubkontrakkan kembali sebagian pekerjaannya yakni membeli 13 jenis barang kepada 14 perusahaan lain. Nilai pembelian barang-barang itu mencapai Rp 27,9 miliar, lebih rendah dari harga yang dicantumkan dalam kontrak antara Kementerian Pemuda dan Olah Raga dengan KSO AW sebesar RP 113,8 miliar.

Sementara itu, pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi harus segera memutuskan tindak lanjut atas temuan BPK tersebut. »Kalau tidak ada proses langkah maju, masyarakat makin mempertanyakan KPK."

Apalagi, hingga kini KPK baru menetapkan seorang tersangka dalam kasus Hambalang yang berada di level bawah. Tersangka ini adalah Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Olahraga Deddy Kusdinar, yang kala itu menjadi pejabat pembuat komitmen proyek.

Dalam hasil audit investigasi tahap pertama yang diserahkan pada DPR akhir Oktober lalu, BPK menemukan kerugian negara sebesar Rp 243,6 miliar akibat kejanggalan-kejanggalan dalam proyek Hambalang.

ANGGA SUKMA WIJAYA | PRIHANDOKO | RR ARIYANI

Berita Terpopuler

2013, Situs Pembajak Terbesar di Dunia Hidup Lagi

10 Pencarian Terpopuler Google Pekan Ini 

Tiga dari Empat Ponsel Cerdas Pakai Android

Khosik, Gajah yang Bisa Meniru Suara Manusia

Kicauan Soal Badai Sandy Kalahkan Aksi Madonna

Tiga Pejabat Eksekutif Facebook Jual Sahamnya 

Baru 17 Persen Pengguna Mau Migrasi ke Windows 8  


11.37 | 0 komentar | Read More

Pendakian ke Semeru Ditutup Sampai 7 November

TEMPO.CO , Malang: Jalur pendakian ke puncak Gunung Semeru ditutup total hingga 7 November 2012. Penutupan jalur dilakukan setelah seorang pendaki hilang karena nekat naik ke puncak.

"(Pendaki) maksimal (hanya) sampai di pos Ranu Pani Lumajang," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari, Sabtu 3 Oktober 2012.

Otoritas pengelola kawasan TNBTS, bakal mengecek jalur pendakian. Serta memastikan seluruh rambu dan papan peringatan larangan pendakian terpasang. Selanjutnya, pendakian bakal dibuka kembali 8 November. "Tapi tetap, hanya sampai ke Kalimati," katanya.

Tapi, selama ini para pendaki kerap melanggar larangan mendaki ke puncak Mahameru. Setiap pendaki di pos Ranu Pani, meneken surat pernyataan tak mendaki melewati Kalimati. Namun, mereka kerap melanggar dan menerobos mendaki mendekati kawah Jonggring Saloka.

Selain itu, petugas Balai Besar TNBTS memasang rambu peringatan larangan mendekati puncak. "Tak mungkin menempatkan petugas berjaga setiap saat," katanya.

Informasi larangan disampaikan kepada para pendaki. Termasuk warga sekitar Ranu Pani Lumajang yang biasa berprofesi sebagai porter para pendaki. Pendakian dibatasi hingga Kalimati, setelah aktivitas gunung tertinggi di Jawa meningkat. Sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi.

Pendakian ke Gunung Semeru ramai saat lebaran dan peringatan hari kemerdekaan. Selama tiga hari, jumlah pendaki mencapai 5 ribu orang. Tapi pendakian dibatasi maksimal hingga di Kalimati.

Total jumlah pengunjung TNBTS sepanjang enam bulan terakhir tercatat sebanyak 112.003 orang. Pengunjung didata dari empat pos meliputi Ngadas, Poncokusumo Kabupaten Malang, Ranipani Kabupaten Lumajang, Cemoro Lawang Kabupaten Lumajang dan Cemorolawang Kabupaten Probolinggo.

EKO WIDIANTO

Berita lain:

Dahlan Serahkan Daftar ''Pemeras'' BUMN Senin 

Kontras: Intimidasi ke Penyidik KPK yang Mundur 

KPK Berterima Kasih pada 5 Penyidik yang Mundur

3 Tersangka Simulator Masuk Kantor tapi ''Nganggur'' 

Polri Akan Cabut Gugatan Korlantas ke KPK  


11.37 | 0 komentar | Read More

KPK Kantongi Bukti Aliran Dana Hambalang

Written By Unknown on Sabtu, 03 November 2012 | 11.37

TEMPO.CO, Jakarta -  Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi mengatakan bahwa tim penyidik kasus Hambalang telah mengantongi bukti terkait aliran dana Hambalang. Barang bukti ini didapatkan dari penggeledahan yang dilakukan tim di tujuh tempat kemarin. "Hasil penggeledahan di beberapa tempat kemarin adalah beberapa dokumen dan transaksi keuangan yang berkaitan dengan rekanan proyek Hambalang," katanya.

Johan mengatakan, KPK akan menelusuri lebih lanjut soal dokumen transaksi keuangan itu. Dokumen ini, menurut dia, akan disandingkan dengan laporan transaksi keuangan mencurigakan yang diterima KPK dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. "KPK punya laporan transaksi mencurigakan dari PPATK, kemudian kami juga mendapatkan bukti transaksi-transaksi. Kami akan cek dulu," ujarnya.

Selain PPATK, Badan Pemeriksa Keuangan sebenarnya juga sudah mengisyaratkan adanya kejanggalan dalam aliran dana Hambalang ini. Dalam laporan auditnya, BPK menyatakan telah menemukan sejumlah aliran dana di antaranya kepada PT Dutasari Citra Laras yang diduga merugikan negara sebesar Rp 75 miliar.  

FEBRIYAN

Berita Terpopuler:

Angelina Sondakh Akui Pertemuan di Kemenpora

Dahlan Serahkan Daftar ''Pemeras'' BUMN Senin 

Bentrokan Lampung Selatan Dipicu Pelecehan Seksual?

Penyidik KPK yang Mundur Bertambah 3 Orang

Kontras: Intimidasi ke Penyidik KPK yang Mundur 


11.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger